Me of Colorful

Yang tidak sempurna. Seperti kita ketahui tidak ada satupun makhluk Tuhan yang diciptakan sempurna dan tidak ada yang patut melebihi apa yang sudah menjadi kuasaNya kecuali Nabi dan Rasul yang memang sudah diberi satu tingkat yang lebih mulia dari manusia. Mengapa saat manusia sudah merasa selalu kurang maupun lebih mereka bahkan sampai murka, atau berpikir itu kepuasan nafsu? bisakah pernyataan ini dianggap salah.

Memang benar, contohnya saya, kadang merasa diri yang ada saat ini terlalu lemah. Berpikir apa yang kadang terjadi dan belum terjadi adalah tindakan yang tak ada harganya bila dibandingkan- orang lain- saya pernah menyimpulkan sendiri "bisakah aku seperti mereka?" atau "sepertinya aku orang yang paling sial" mungkin saat itulah kesabaran kita sedang di uji oleh Tuhan. Dan secara tidak langsung lama-kelamaan kita menyadari akan sikap kita yang salah kita berpikir lagi, ternyata Tuhan menguji padahal tanpa disadari ada suatu hal kelebihan yang sudah Tuhan beri, tidak akan ada orang lain yang memiliki, termasuk ciri khas dan pikiran yang kita punya. Not cry than try again with yourself will be better.

Ada beberapa hal lain juga yang harus diketahui, salah-satunya gengsi. Sempurna akan namanya gengsi itu tindakan konyol loh. Gengsi diibaratkan niat yang tidak tulus. Jika gengsi terlalu besar dari niat artinya setiap tindakan yang dilakukan itu hukumnya haram, berdosa.

Sebagai makhluk Tuhan yang diberi akal pikiran, lakukanlah suatu hal positif melalui kebaikan yang bisa kita lakukan. Hidup bahagia adalah hidup yang simpel selalu menganggapnya atas dasar Tuhan tanggung-jawab manusia sebagaimana khalifah. Di saat umur 18 tahun sekarang, saya baru tau apa sebenarnya tujuan dari kehidupan, maknanya, maupun hasil yang bisa dijadikan pelajaran hidup. Layaknya manusia normal, selagi umur kita bertambah kenapa kita tidak bisa memberi satu kebaikanpun pada dunia. Kita bisa kok bersenang-senang sama sahabat, merasakan namanya cinta, berpetualang seru, merealisasikan mimpi-mimpi, berkhayal tentang masa depan dan itu semua tidak ada yang melarang kita bebas, do just fun! tapi ingat kita tetap makhluk yang tidak sempurna.

Dimana ada kegelapan, carilah sebuah keterangan pasti dibaliknya terdapat berkas cahaya...

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Cerpen "Cinta Bumi" ini sengaja dibuat  agar teman-teman ikut berpartisipasi menjaga dan merawat bumi. Ikut perihatin kan dengan keadaan bumi yang menjadi satu-satunya tempat dimana kita bisa bertahan hidup tapi kalau bumi jadi rusak? Nggak mau. Untuk lebih jelas lagi baca yuk lihat websitenya ini dan dengarin juga lagu ini. Dengan gaya bahasa remaja, sedikit beralur percintaan #eaaaa

"Think  about what kind of contributions you could make, both large and small at home and in the world. There are so many tiny, creative steps you can take every day to lessen your impact on the earth -The Ultimate Teen Guide to Living an Eco Friendly Life."


--o--


     Seandainya saja kalau Icez tidak datang sepagi ini mungkin Mita akan bangun setelah zuhur atau mungkin juga menjelang maghrib. Gangguan insomnia yang membuatnya selalu bangun kesiangan. Mita meringis memandang Icez yang sudah siap membawa beberapa brosur dan atribut berwarna hijau.

-Pohon hijau, Bumi tersenyum-



-Langkah menuju hidup ramah lingkungan-



-Hadapi masa depan dengan kehijauan-



Let’s Go Green!!!

    “Yak! Apa-apaan ini? Bukannya kita kemarin ngusulin tema kebudayaan kenapa jadi GO GREEN.” gerutu Mita setelah membaca tulisan dari brosur yang dibawa Icez tadi.

  Handphone Icez berbunyi, Mita semakin ngedumel saat tau Icez tidak mendengarkan pembicaraannya. Berani taruhan deh pasti yang sedang menghubungi Icez adalah Dara. Mita tau betul pemilik suara nyaring itu sahabatnya bernama Dara. Berkali-kali Mita mengernyitkan dahi--membayangkan ulah Dara apalagi ditambah dua lelaki aneh Ikmal dan Wahyu kalau bertemu dirinya. Ampun Tuhan! Cukup Icez saja pekik Mita dalam hati.

     “Yuk, ah. Kita sudah ditunggu anak-anak yang lain.” Icez menarik tangan Mita, lebih tepatnya Icez memaksa. Sampai di dalam mobilnya Mita terus memikirkan kegilaan apalagi yang akan dia hadapi.

    “Udahlah Mit, go green juga proyek bagus. Have be fun yaw!!” hibur Icez sambil mengunyah permen karet. Mita hanya tersenyum kecut.

***

     Barisan kendaraan berjejeran di sepanjang jalan raya ibukota Jakarta hari ini. Mereka berdua tidak menduga akan terjebak kemacetan sampai tiga jam lebih. Satu dari akibat kemacetan itu ternyata banjir oleh hujan semalam, beberapa parit tersumbat sampah hasil limbah industri. Mita dan Icez melihat dengan keprihatinan. Mita jadi mengerti kenapa Icez lebih memilih proyek go green daripada kebudayaan.

Dara melambaikan tangannya saat mobil Mita telah tiba di taman depan Vegetarian Café, konsep restaurant ramah lingkungan yang khusus menyediakan makanan organik.  Mereka memang ketemuan di kafe ini, terlihat juga ada Ikmal dan Wahyu yang bertingkah heboh.

     “Si curut main pedang, eh Mita sudah datang.” Ikmal berpantun-ria diikuti cengiran dari Wahyu.

     Mita melonggo menatap kedua lelaki dihadapannya.
   “Huff.. gila, banjir dimana-mana.” gumam Icez sambil membolak-balik daftar menu makanan. “Kalian pesan apa ya, eh? mana daging panggang ini mah sayur semua.” sebelah alis Dara naik mendengar itu.

     “Kalau kesini cuma niat mau makan mending gue pulang.” Tanpa menunggu lama Mita langsung bergegas keluar café menuju parkiran mobil. Mata ketiga temannya membulat kearah Icez mungkin hanya Icez yang bisa membujuk suasana hati Mita saat dia lagi unmood. Pintu café ditahan oleh Icez.

     “Sorry deh, project of go green number one kok. Lihatlah bumi ini makin miris elo sendiri pernah bilang sehebat apapun manusia kalau dia tidak cinta bumi mana bisa dia bertahan hidup. Iya kan?”

     Lima detik kemudian Mita jadi teringat sesuatu hal tentang bumi dan eyangnya dia juga masih bisa merasakan kesejukan udara kota Jakarta saat umurnya enam tahun dimana beliau menceritakan bahwa keadaan bumi mungkin memasuki tahap high untuk beberapa tahun kedepan jika tidak dirawat dan dijaga. Benar saja, saat ini kota Jakarta bahkan kota-kota di dunia lainnya memiliki tingkat polusi yang parah. Jumlah gas CO2 di atmosfer meningkat sehingga membuat tumbuhan dan laut tidak bisa menyerapnya. Sinar UV tersebut tidak lagi keluar menembus atmosfer tapi dipantulkan kembali ke bumi. Akhirnya menyebabkan udara tercemar dan pemanasan global. Yah, itu hanya sebagian dampaknya saja. Mita bergidik mengingatnya.

     “Oke.”

     Icez mengarahkan kedua jempol pada ketiga sahabatnya yang tampak menunggu seolah mau berkata “Yes!!! Si unmood akhirnya mau guys.”


***

    Siang itu sekitar jam 13.00 WIB kelima sahabat karib sedang membagikan brosur-brosur dan penyuluhan mengenai Go Green kepada masyarakat umum sekaligus terjun langsung dengan lingkungan. Keringat dan debu tidak mengurangi semangat Mita dan teman-temannya, menyelamatkan bumi itulah yang terpenting. Wahyu duduk disamping Mita memberikan segelas air mineral sembari meminum sisa air mineralnya.

    “Makasih.”
   Wahyu menatap lembut. “Elo cerdas ya, gue kira Mita wanita manja yang hanya membuang waktunya untuk hal-hal merusak bumi. Humm ternyata salah besar.”

     Bingung. Mita menyapu kedua mata Wahyu yang tampak santai. Suasana menjadi hening ketika Ikmal dan Dara tiba-tiba datang. “Mungkin ada sesuatu hal yang membuat gue ingin melakukannya, melakukan apa yang sudah menjadi tanggung-jawab manusia pada Tuhannya.” Sahut Mita berdiri dan Wahyu tersenyum mengekor dari belakang.

     “Mal, kenapa dengan mereka berdua?”

     “Hush gossip. Buruan bantuin Icez nanam pohon disana.”

   Kerja-keras yang membuahkan hasil. Tampak terlihat tenda-tenda sejumlah sponsor dipadati masyarakat yang ingin berpartisipasi. Beberapa masyarakat itu menyimak arahan yang diberikan Mita, ada juga yang membantu Icez dan Dara menanam pohon-pohon hijau di sekitar area yang memang krisis pepohonan dan mengumpulkan sampah bersama-sama sesuai jenis sampah berdasarkan pengolahannya. Butuh waktu dan kesabaran yang lebih agar masyarakat ikhlas menumbuhkan rasa cinta bumi.

     Malam tiba, seharian penuh proyek Go Green dilaksanakan dan akhirnya selesai. Icez-Dara sudah tertidur di kursi belakang mobil disusul Ikmal yang daritadi menguap lebar. Sedangkan Mita mengerjapkan matanya yang terasa mengantuk berpikir akan hari ini, hari yang membuat dia senang walau pagi tadi Icez menganggu moodnya dan orang yang disamping ini.. adalah Wahyu orang yang lebih baik dijadikan sahabat dan kakak sekaligus. Orang yang menyadarinya untuk bangkit. Orang yang mengenalkan pahitnya dunia menjadi berharga…

     Wahyu mendadak bergeming sadar kalau Mita sedari tadi menatapnya tapi tetap fokus dikemudi.
     “Hehe, nggak nyangka proyek kita sukses. Banyak masyarakat yang sadar dan peduli ya.”

    “Iya. Syukur deh, semoga masyarakat lainnya juga tergerak.” Sahut Wahyu datar. Benar-benar gusar disisi lain dia berharap Mita tau perasaannya dari dulu tapi sepertinya itu tidak akan pernah. Berbanding terbalik jika Wahyu lebih tau perasaan Mita lagi paling dalam mungkin iya. Sama halnya proyek Go Green dengan tujuan mengajak dan menyelamatkan bumi, dua kata ikhlas bersabar.



~Sekian
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Ini bulan Juni? Berarti sudah tiga tahun kita tidak ada komunikasi. Aku khawatir dengan keadaanmu bagaimana tidak khawatir dari gerak-gerik bicara, kamu layaknya orang yang mau pergi jauh dan aku akan dengan siapnya harus menerima. Sampai detik ini saja kamu masih membiarkan aku menunggu tanpa kabar darimu. Mungkin sekarang kamu sudah punya pacar. Tapi... aku berharapnya kalau kamu tau aku adalah makhluk yang menjalankan kehidupan dengan kehampaan.

Semester pertama di tahun 2008 bulan juni, awal pertemuan kita.

Mataku berbinar mendapat inbox -Jangan lupa makan siang- sebuah isi pesan yang sederhana tapi perhatian dari kamu. Aku selalu mengingat semua sikap kepolosan kamu. Saat kamu meminta izin ingin main futsal, latihan band, bahkan pamitan mau mengantar nyokapnya ke rumah sakit. Lucu memang seorang pria meminta izin kepada wanita yang belum menjadi pacarnya. Itulah kamu pria polos dan kadang berubah menjadi sosok ‘Drummer Misterius.’ 

Satu hari, dua hari, tiga hari kamu menghilang dan aku memaklumi mungkin sibuk atau ada hal penting. Seminggu kemudian, aku mendapat inbox di handphone-ku pesan dari kamu -Maaf De** baru kasih kabar sama Ana, kemarin De** baru masuk Rumah Sakit dan sekarang sudah baikkan, yuk sms-an lagi. Jangan marah ya- Huh lega mendengarnya, masuk Rumah Sakit? Tiba-tiba entah mengapa aku merasakan akan terjadi sesuatu. Aku memang tidak tega marah kepadanya dia jujur saja sudah membuatku senang. Dengan penasaran aku bertanya, kamu sakit apa, benar sudah baikkan. Tapi dia tetap keukeh cuma sakit biasa. Ada satu sisi lagi, bukan hanya pria perhatian kamu juga pria dewasa dan kuat.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts
ana's. Powered by Blogger.

About me



"Semua ditulis atas pendapat ego, filosofi sosial, dan diskusi santai. Tulisan saya tidak istimewa hanya pengingat untuk saya baca ketika sulit berekspresi berharap seperti minuman yang diseduh; menghangatkan."

Social Media

  • LinkedIn
  • Twitter
  • Gmail

Categories

  • Artikel (2)
  • Cerita Bersambung (10)
  • Cerita Pendek (12)
  • Ceritaku (9)
  • Opini (9)

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2025 (1)
    • ▼  December (1)
      • Cerita Berlanjut
  • ►  2024 (1)
    • ►  December (1)
  • ►  2022 (1)
    • ►  October (1)
  • ►  2019 (7)
    • ►  April (2)
    • ►  March (2)
    • ►  February (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2018 (2)
    • ►  September (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (1)
    • ►  August (1)
  • ►  2016 (2)
    • ►  May (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2015 (2)
    • ►  July (2)
  • ►  2014 (5)
    • ►  December (3)
    • ►  July (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2013 (12)
    • ►  December (2)
    • ►  September (1)
    • ►  July (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2012 (6)
    • ►  December (3)
    • ►  November (1)
    • ►  August (1)
    • ►  June (1)
  • ►  2011 (2)
    • ►  November (2)

Free Blogger Templates Created by ThemeXpose