Me of Colorful



Waktu penerbangan tidak sampai satu jam saya yang duduk di seat dekat jendela bergumam kapan suara pemberitahuan pilot untuk landing terdengar meski tahu pandangan masih tertutup awan. Hampir dua tahun tidak pergi berlibur garis bawah bukan disebut liburan tetapi berkunjung tipis-tipis ke Pulau Bangka. Menuju Kabupaten Bangka tepatnya mengarah ke pesisir pantai Sungailiat disambut dengan kenyamanan dan gerimis, saya merasakan aroma asin air laut menusuk hidung. 

Siang hari pantai sedikit surut tetapi udara sejuk tidak membiarkan pengunjung berdiam. Berjalan kecil sekitaran resort ada banyak aktivitas dilakukan, anak-anak berenang, penduduk memancing, barbeque, atau duduk saja sudah tergambar jelas senang di wajah. 

Jarak antar pantai ke pantai lain tidak jauh melewati jalan lurus walau pantainya memiliki ciri sama yang bebatuan perbedaan ada pada jenis pepohonan. Batu pantai sebagai pemecah ombak tersusun dibeberapa tempat seolah itu alami untuk ukuran besar batunya membentuk pulau kecil. Bila pantai di daerah lain terkenal pura atau terumbu karang di sini dijumpai ketenangan ombak selaras dengan kapal penambang timah berlalu-lalang. Indra pendengar langsung dimanjakan seperti tontonan relaxing sound di laman platform. 

Tidak mau terlewatkan pandangan, capture banyak gambar menelusuri setiap sudut pantai lupa kapan terakhir kali bertemu hamparan laut hanya rasa tenang yang dirindukan sama seperti tokoh Biru Laut dalam novel Leila S Chudori ia bisa menarik diri kembali ke sana. 
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Gen Z singkatan nama generasi Z sebenarnya definisi dari rentang kelahiran orang-orang di tahun 1995 sampai tahun 2014 yang artinya generasi milenial sudah ditinggalkan namun bila ditelusuri lebih jauh ada topik yang tak habis untuk dibahas mengenai genenrasi Z. Sekarang ini, pergeseran arah sudut pandang individu berdasar dari satu variabel-variabel mengikuti sesuatu yang dianggap standar society. Tanya ke kelompok kontra menurut mereka lingkup kehidupan sering kali menitikberatkan pendapat mayoritas saja. Dalam jangka waktu panjang mau tidak mau bagaimana pun juga, yah, namanya standar pasti sulit untuk dihilangkan meski timbul ketimpangan satu sisi karena banyaknya tuntutan. 

"Kamu harus memenuhi standar pencapaian seperti yang dilakukan orang-orang."

Kelompok pro menyikapi itu sebagai perlombaan diri seperti grade of your life. Ini tentu pula berhubungan dengan asumsi generasi sebelumnya. Dari asumsi tersebut juga ditarik perbandingan objek tak nyata, biasanya kembali ke standar sosial ibarat siklus berputar terus-menerus. Setelah generasi Z generasi berikutnya nanti memiliki tingkat standar sosial di luar penalaran dengan asumsi-asumsinya. Wajar bila diri butuh sebuah pembelaan pada standar sosial yang tidak begitu penting.   
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Sejak kecil paling gemar berandai dalam hal liburan modal merengek lalu pasang wajah gemas biar dikabulkan. Paham betul bagaimana kedua orang-tua sulit ambil cuti kerja sebagai gantinya kita buat kegiatan camping akhir minggu di lahan kecil depan rumah sangat sempurna untuk mewakili suasana liburan, gelar tikar di balik rimbun tanaman sambil nyantap ikan bakar.

Jika diingat cerita di atas memang bagian dari kenangan manis tak heran kenapa sebagian orang butuh berandai sebelum realisasi sesuatu walau katanya jangan keseringan entar lo gila. Akui saja dalam hati makna berandai sama seperti bermimpi tidak rugi kok karena rezeki itu harus dicari misal saat mau jelajah laman penjualan tiket online mendadak dapat tiket pesawat atau penginapan dengan harga potongan siapa yang nolak. Liburan kudu tenang tanpa harus khawatir kantong tipis, bukan?

Berikut empat destinasi tempat liburan versi saya selaku orang yang berandai-andai ingin #tiketcomotw saya rela kesambar harga gledeknya. Siapkan ponsel pintar jangan lupa koneksi internet pesan di tiket.com karena tak perlu kata andai langsung on the way.

***

Sumber Gambar: blog.tiket.com , adventuretravel.co.id , KoreanTravel
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts
ana's. Powered by Blogger.

About me



"Semua ditulis atas pendapat ego, filosofi sosial, dan diskusi santai. Tulisan saya tidak istimewa hanya pengingat untuk saya baca ketika sulit berekspresi berharap seperti minuman yang diseduh; menghangatkan."

Social Media

  • LinkedIn
  • Twitter
  • Gmail

Categories

  • Artikel (2)
  • Cerita Bersambung (10)
  • Cerita Pendek (12)
  • Ceritaku (9)
  • Opini (9)

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2025 (1)
    • ▼  December (1)
      • Cerita Berlanjut
  • ►  2024 (1)
    • ►  December (1)
  • ►  2022 (1)
    • ►  October (1)
  • ►  2019 (7)
    • ►  April (2)
    • ►  March (2)
    • ►  February (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2018 (2)
    • ►  September (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (1)
    • ►  August (1)
  • ►  2016 (2)
    • ►  May (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2015 (2)
    • ►  July (2)
  • ►  2014 (5)
    • ►  December (3)
    • ►  July (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2013 (12)
    • ►  December (2)
    • ►  September (1)
    • ►  July (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2012 (6)
    • ►  December (3)
    • ►  November (1)
    • ►  August (1)
    • ►  June (1)
  • ►  2011 (2)
    • ►  November (2)

Free Blogger Templates Created by ThemeXpose